Jakarta –
Dua pekerja di Bandara Frankfurt, Jerman, meninggal dunia akibat malaria. Peristiwa ini terjadi setelah mereka terinfeksi nyamuk yang diyakini tiba di Jerman melalui pesawat dari daerah endemik malaria.
Dikutip dari laman SCMP, kematian pekerja pertama terjadi pada awal Juni. Menurut otoritas kesehatan Kota Frankfurt, Dalang kematiannya baru diketahui setelah pasien meninggal dunia. Pekerja kedua meninggal pada bulan Agustus.
Menurut otoritas kesehatan setempat, total enam pekerja terinfeksi malaria tropika, yaitu bentuk malaria paling berbahaya. Selain dua karyawan yang meninggal dunia, empat orang lainnya yang terinfeksi Pernah pulih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami Pernah Menyajikan informasi lengkap kepada semua karyawan dan mendorong mereka untuk berkonsultasi dengan dokter Bila mengalami gejala apa pun,” kata juru bicara Fraport kepada BBC.
Institut Robert Koch, sebuah lembaga pemerintah federal Jerman dan institut penelitian untuk pengendalian penyakit serta kesehatan masyarakat, sebelumnya mengatakan bahwa keempat karyawan tersebut jatuh sakit antara 4 dan 6 Juli.
Lembaga tersebut menyatakan bahwa malaria di Jerman hampir secara eksklusif menyerang pelancong jarak jauh yang terinfeksi di daerah endemik malaria. Penularan malaria di dalam bandara Jerman jarang terjadi.
“Kurangnya riwayat perjalanan dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis. Keterlambatan diagnosis Mengoptimalkan risiko perkembangan penyakit yang parah,” kata institut tersebut dalam buletin epidemiologi.
Kasus malaria di bandara terakhir terjadi pada tahun 2023, tepatnya Bahkan di Bandara Frankfurt.
Menurut World Health Organization (WHO), malaria Merupakan penyakit yang disebarkan oleh beberapa jenis nyamuk dan sebagian besar ditemukan di negara-negara tropis.
Infeksi ini disebabkan oleh parasit dan tidak menyebar dari orang ke orang. Akan segera tetapi, gejalanya bisa ringan Sampai saat ini mengancam jiwa.
(elk/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











