Agensi Masih Selidiki Isu Retribusi Negara Cha Eun-woo, Minta Tak Sebarkan Rumor


Jakarta, CNN Indonesia

Fantagio selaku agensi kembali buka suara mengenai dugaan Cha Eun-woo melakukan penggelapan Retribusi Negara Sampai sekarang mencapai 20 miliar won dengan mendirikan perusahaan fiktif atas nama ibunya.

Agensi itu meminta maaf sembari menambahkan mereka masih melakukan penyelidikan menyeluruh, sehingga belum dapat Menyajikan pernyataan mendetail.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami merasa sangat bertanggung jawab atas Perdebatan yang muncul terkait dengan perusahaan kami dan Seniman kami,” kata Fantagio seperi diberitakan Sports DongA, Selasa (27/1).

“Masalah yang Pada Pada saat ini sedang diangkat Pada Pada saat ini pada tahap verifikasi fakta sesuai dengan prosedur otoritas Retribusi Negara, dan baik agensi maupun Seniman sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan sejauh yang diperlukan oleh masing-masing pihak.”




Disebabkan oleh itu, agensi meminta semua pihak untuk bisa menahan diri tidak menyebarkan hal-hal yang masih menjadi asumsi atau spekulasi.

Mereka memastikan siap Menyajikan pernyataan terbaru bahkan bertanggung jawab Bila situasi secara hukum serta administrasinya Pernah terjadi jelas.

“Kami dengan sungguh-sungguh meminta Supaya bisa masyarakat menahan diri dari spekulasi yang tidak berdasar, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, dan interpretasi yang berlebihan mengenai klaim dan kecurigaan tertentu yang muncul di beberapa pihak,” kata agensi.

“Bila dan ketika keputusan hukum dan administratif menjadi jelas ke depannya, kami Akan segera bertanggung jawab melaksanakan tindakan yang diperlukan sesuai dengan hasilnya,” mereka menegaskan.

Di akhir pernyataan resmi, Fantagio menyatakan bakal meninjau sistem manajemen Seniman dan melengkapi serta Mengoptimalkan sistem yang diperlukan demi memastikan bahwa Perdebatan serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pernyataan itu disampaikan satu hari setelah Cha Eun-woo buka suara mengenai tuduhan yang menjeratnya. Dituding menghindari Retribusi Negara senilai 20 miliar won dengan mendirikan perusahaan fiktif atas nama ibunya.

“Dengan tulus saya menundukkan kepala dan meminta maaf atas kekhawatiran dan kekecewaan yang Pernah saya timbulkan kepada banyak dari kalian karena kejadian baru-baru ini yang berkaitan dengan saya,” tulis Cha Eun-woo dalam unggahan di media sosial pada Senin (26/1).

“Dengan tulus saya menundukkan kepala dan meminta maaf atas kekhawatiran dan kekecewaan yang Pernah saya timbulkan kepada banyak dari kalian karena kejadian baru-baru ini yang berkaitan dengan saya,” tulis Cha Eun-woo dalam unggahan di media sosial pada Senin (26/1).

“Saya Akan segera dengan tekun berpartisipasi dalam semua prosedur terkait Retribusi Negara di masa mendatang. Ditambah lagi dengan, saya Akan segera dengan rendah hati menerima keputusan akhir yang dibuat oleh pihak berwenang terkait, dan memenuhi tanggung jawab saya sesuai dengan itu,” katanya.

Penyidik di kantor Layanan Retribusi Negara Nasional Seoul sebelumnya menyelidiki Cha Eun-woo pada musim semi 2025 atas dugaan tersebut, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh media Edaily.

Layanan Retribusi Negara mendasarkan penyelidikannya pada audit Retribusi Negara yang dilakukan sebelum Cha Eun-woo mendaftar Harus militer, yang merupakan kewajiban di Korea, pada Juli 2025.

Member ASTRO tersebut Bahkan dilaporkan Pernah diberitahukan tentang penilaian Retribusi Negara tambahan yang melebihi 20 miliar won dalam Retribusi Negara penghasilan dan Retribusi Negara lainnya.

Sesuai aturan laporan tersebut, yang menjadi masalah bagi Dinas Retribusi Negara Nasional Merupakan struktur pendapatan Cha Eun-woo.

Sekalipun Pernah terjadi bernaung dalam satu agensi, Dikenal sebagai Fantagio, Cha Eun-woo diduga Pernah mendirikan perusahaan keluarga terpisah, Dikenal sebagai Perusahaan A, yang didirikan ibunya, di mana kedua pihak menandatangani perjanjian layanan.

Tips tersebut diduga menjadi jalan pintas untuk mengurangi Retribusi Negara dengan membagi pendapatannya antara Fantagio, Perusahaan A, dan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, Badan Retribusi Negara Nasional menilai Perusahaan A sebagai “perusahaan fiktif” yang tidak Menyajikan layanan substantif dan menyimpulkan bahwa Cha Eun-woo Pernah gagal membayar Retribusi Negara penghasilan lebih dari 20 miliar won.

(chri)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA