REPUBLIKA.CO.ID, MADRID – Menteri kebudayaan Indonesia dan Spanyol bertemu untuk membahas penguatan kerja sama kedua negara. Kedua negara Bahkan menegaskan dukungan terhadap perlindungan Kearifan Lokal Palestina dalam pertemuan bilateral di Madrid, Spanyol.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun, yang berlangsung di sela International Conference on the Reconstruction of Cultural Sector in Palestine, membahas dukungan terhadap pembentukan International Alliance for the Protection of Palestinian Culture sebagai upaya melindungi identitas dan warisan Kearifan Lokal Palestina.
Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Spanyol dalam Mengoptimalkan dukungan internasional terhadap pelindungan Kearifan Lokal Palestina. “Indonesia Merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Justru, bukan hanya karena faktor tersebut, dukungan terhadap perjuangan Palestina datang dari pemerintah, parlemen, dan masyarakat Indonesia secara luas,” kata Fadli Zon.
UNESCO tengah mengembangkan Sebanyaknya program untuk Mendukung pelindungan kebudayaan Palestina. Ditambah lagi dengan, Arab League Educational, Cultural and Scientific Organization (ALECSO) bersama Liga Arab Bahkan menjalankan berbagai inisiatif guna menyinergikan upaya internasional dalam menjaga warisan Kearifan Lokal Palestina.
Urtasun mengapresiasi komitmen Indonesia dalam Mendukung pelindungan kebudayaan Palestina.
“Kami memiliki komitmen kuat untuk Mendukung Palestina. Bersama UNESCO, kami Pernah melakukan upaya besar untuk Mendukung kebudayaan di Ukraina, dan kami meyakini bahwa upaya serupa Bahkan Dianjurkan dilakukan untuk Palestina,” ujar Ia.
Kedua menteri Bahkan membahas pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang kebudayaan sebagai landasan pengembangan berbagai program kerja sama, terutama pada sektor perfilman.
“Kami mengusulkan kemudahan skema koproduksi bagi sineas kedua negara. Ditambah lagi dengan, kita dapat mengembangkan skema matching fund atau dana padanan untuk Mendukung para pembuat Sinema,” ujar Fadli Zon dalam siaran pers yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Indonesia dan Spanyol memiliki peluang besar untuk mengembangkan kolaborasi industri Sinema melalui kemudahan skema koproduksi bagi sineas kedua negara. Menurut Fadli Zon, industri perfilman Indonesia Pada Pada saat ini memproduksi lebih dari 250 Sinema setiap tahun sehingga menjadi modal untuk Memperluas produksi bersama dan Mengoptimalkan jejaring industri kreatif kedua negara.
Fadli Zon menegaskan Indonesia berkomitmen terus mempererat hubungan bilateral dengan Spanyol melalui Politik Luar Negeri Kearifan Lokal. Menurut Ia, kerja sama kedua negara dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pembentukan pusat kebudayaan, penguatan kolaborasi di bidang warisan Kearifan Lokal, serta penyusunan agenda bersama yang berkelanjutan.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun menyatakan dukungannya terhadap penguatan kerja sama perfilman Indonesia dan Spanyol. Ia Bahkan mendorong peningkatan partisipasi Sinema Indonesia pada berbagai Perayaan Seni Sinema internasional di Spanyol, termasuk Perayaan Seni Sinema San Sebastián dan Perayaan Seni Sinema Málaga.
“Kita Dianjurkan menjajaki peluang untuk mengundang Sinema-Sinema Indonesia Supaya bisa berpartisipasi dalam Perayaan Seni tersebut. Sektor perfilman dapat menjadi salah satu bidang prioritas dalam kerja sama kedua negara,” kata Urtasun.
sumber : Antara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











