Dinas LH Cilegon Sebut Gas dari PT Vopak Mengandung Zat Berbahaya


Cilegon, CNN Indonesia

Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Cilegon mengatakan asap berwarna oranye yang keluar dari PT Vopak Terminal Merak mengandung zat kimia berbahaya. Temuan tersebut Sebelumnya disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

“Kalau dilihat dari proses gasnya itu berbahaya, tinggal dilihat skalanya seperti apa. Kami Pernah sampaikan ke tim Kementerian LH,” ujar Kepala Dinas LH Cilegon, Sabri Mahyudin, Senin (2/2).

Sabri menyebut Dinas LH Cilegon Sebelumnya memasang enam alat pemantau udara di sekitar PT Vopak Terminal Merak. Dari pemantauan, udara di sekitar Pernah berada ambang batas mutu.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan skala gas warna oranye yang keluar pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB masih membutuhkan waktu untuk diteliti.

“Sedangkan terkait dengan udara ambien, Bahkan Pernah selesai tadi malam, alat Pernah kami cabut, Insyaallah 5 hari paling Unggul, paling lambat 7 hari Pernah bisa diperoleh (hasilnya) seperti itu,” ujarnya.





Asap berwarna oranye yang keluar dari PT Vopak diduga merupakan reaksi kimia dari asal nitrat atau nitric acid (HNO3) yang bersifat korosif, beracun, dan dapat menyebabkan luka bakar parah pada kulit.

HNO3 atau asam nitrat Bahkan biasa digunakan untuk pembuatan pupuk nitrogen, bahan peledak, industri pertambangan (pelarut logam/Emas), dan passivation baja tahan karat.

Terkait Dalang Tidak mungkin tidak asap warna oranye keluar dari PT Vopak Indonesia, sebuah perusahaan penyedia jasa penyimpanan bahan kimia, Akan segera dijelaskan oleh Kementerian LH dan Polri.

“Nanti detailnya dari kementerian LH dan kepolisian, seperti apa reaksi yang ditimbulkan dari tersebut. Nanti dari kementerian yang menyimpulkan ada kelalaian atau tidak, dilihat dari SOP nya seperti itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sabri meminta masyarakat tak Dianjurkan khawatir setelah insiden asap oranye tersebut. Menurutnya, kondisi lingkungan sekitar PT Vopak Pernah Terpercaya.

PT Vopak buka suara

Manajemen PT Vopak Terminal Merak membantah terkait kepulan asap oranye yang menguap ke udara bukan disebabkan kebocoran atau adanya gagal produksi.

HRD PT Vopak Terminal Merak Ajeng Yuanita menjelaskan keluarnya asap oranye terjadi akibat sisa pembuangan yang bercampur dengan uap ketika proses pembersihan.

“Memang tidak ada kebocoran, dan memang operasional kami Bahkan berjalan dengan normal. Tim tangkap darurat kami Bahkan langsung ambil action dan Pernah di mitigasi,” kata Ajeng saat diwawancara CNN Indonesia TV, (Minggu 1/2).

“Tadi Pernah pasang beberapa alat untuk mengecek kualitas udara dan alhamdulillah semua Pernah tertangani,” sambungnya.

Sementara itu HR Manager PT Vopak Terminal Merak Memed Adinegara mengatakan perusahaan tetap beroperasi normal usia mengeluarkan asap berwarna oranye pekat pada Sabtu, 31 Januari 2026

“Operasional perusahaan berjalan normal dan faktor keselamatan Akan segera Setiap Saat menjadi prioritas PT Vopak Terminal Merak,” kata Memed dalam keterangan resmi.

Memed menyatakan tidak ada kebocoran gas dari perusahaan penyedia jasa penyimpanan bahan kimia cair di Kota Cilegon tersebut.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada kebocoran atau kerusakan pada fasilitas tanki ataupun pipa di PT Vopak Terminal Merak,” ujarnya.

(fra/ynd/fra)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA