loading…
Jilatan api menyembur dari menara pembakar di ladang minyak Nahr Bin Umar, sebelah utara Basra, Irak, pada 16 September 2019. FOTO/Reuters
“Kami mengalami Unjuk Rasa menjelang akhir pekan setelah serangan baru terhadap kapal tanker dan kurangnya kemajuan dalam perjanjian gencatan senjata,” kata Kepala Negara Lipow Oil Associates Andrew Lipow seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/8/2026).
Baca Bahkan: Harga Bahan Bakar Minyak Melonjak Imbas Konflik Bersenjata AS-Iran, Trump Minta Pernah Terima Saja
Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2026 ditutup naik USD1,45 atau 1,67% menjadi USD88,52 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2026 menguat USD1,15 atau 1,42% menjadi USD82,40 per barel.
Dengan penguatan tersebut, harga Brent berada di jalur kenaikan sekitar 6,0% secara mingguan, sedangkan WTI diperkirakan naik 5,4%. Lipow mengatakan pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz dapat kembali Memanfaatkan tekanan terhadap harga energi, mengingat jalur tersebut sebelumnya menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
“Seandainya lalu lintas di Selat Hormuz masih terbatas, harga minyak mentah Mungkin sekali USD80 per barel, Berbeda dari harga solar USD180 per barel dan bensin USD130 per barel dan itulah yang memukul konsumen,” ujar Lipow.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











