REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Muhammad Riyad Abu Hammad, seorang remaja berusia empat belas tahun, syahid pada Sabtu ketika sebuah drone Israel menyasar warga Palestina di sebelah selatan Deir al-Balah. Ia dibunuh tepat saat ia Pada saat ini Bahkan sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah.
Dilansir Palestine Chronicle, informasi ini disampaikan oleh sumber-sumber lokal serta Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina. Kementerian tersebut menyampaikan duka cita atas kematian Abu Hammad dan menyatakan bahwa yang bersangkutan meninggal akibat serpihan dari serangan Israel menembus tas sekolahnya.
Menurut sumber-sumber lokal, serangan tersebut terjadi di kawasan Al-Baraka, dekat gudang Komite Mesir di wilayah Gaza tengah. Kementerian tersebut menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan UNICEF untuk segera Menyediakan perlindungan bagi para siswa dan anak-anak Palestina, serta berupaya menghentikan serangan-serangan tersebut.
Pihak kementerian menegaskan bahwa menjaga nyawa, keamanan, dan akses pendidikan bagi anak-anak merupakan tanggung jawab kemanusiaan sekaligus kewajiban hukum yang tidak boleh ditunda.
Dua warga Palestina Bahkan syahid dan Sebanyaknya lainnya terluka ketika pesawat Israel menghantam sebuah tenda yang menampung para Orang Terlantar di dekat klinik Al-Hurriya di lingkungan Al-Tuffah, sebelah timur laut Kota Gaza. Seorang warga Palestina lainnya syahid dalam serangan pesawat nirawak (drone) Israel di dekat Sekolah Dar Al-Arqam di lingkungan yang sama, lapor Al Mayadeen.
Di Rafah, serangan pesawat nirawak Israel terhadap sebuah pos keamanan di dekat rumah sakit lapangan Palang Merah menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya.
Sumber medis mengidentifikasi seorang petugas polisi bernama Abdul Jawad Hatem Jouda sebagai korban tewas dalam pemboman Israel di dekat Fash Farsh, Gaza selatan.
Tembakan dari pihak Israel Bahkan melukai seorang anak perempuan di kawasan Al-Mazraa, Deir al-Balah, menurut Al Mayadeen. Dua warga Palestina, termasuk seorang anak, terluka di kawasan Al-Maslakh, sebelah barat daya Khan Yunis.
Pasukan Israel melancarkan tembakan gencar di sebelah tenggara Deir al-Balah dan ke arah tenda-tenda yang menampung warga Palestina yang mengungsi di Al-Mawasi, Rafah. Serangan artileri Bahkan menyasar wilayah di sebelah timur desa Al-Masdar, Gaza tengah.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa rumah sakit menerima enam jenazah warga Palestina yang tewas serta 43 orang yang terluka dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Kementerian tersebut mencatat 1.511 warga Palestina syahid dan 5.375 orang terluka sejak gencatan senjata Oktober 2025.
Apalagi, 838 jenazah lainnya Pernah terjadi ditemukan dari balik reruntuhan. Sesuai aturan data kumulatif, jumlah korban sejak dimulainya genosida oleh Israel pada 7 Oktober 2023 mencapai 74.469 warga Palestina yang tewas dan 175.492 orang yang terluka. Serangan pada hari Sabtu menyasar warga Palestina yang Pada saat ini Bahkan sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah, berlindung di dalam tenda, maupun melintasi kawasan permukiman, Sekalipun kesepakatan gencatan senjata tengah berlaku.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
