Jakarta –
Tiba-tiba area belakang mulut terasa nyeri, gusi bengkak, atau malah cuma “nyelip” tanpa gejala apa-apa? Mungkin itu tanda gigi bungsu kamu lagi tumbuh.
Banyak orang baru sadar soal gigi bungsu setelah ngerasain sakitnya padahal gigi ini punya banyak hal menarik untuk diketahui sebelum panik duluan.
Apa Itu Gigi Bungsu?
Gigi bungsu, atau dalam istilah medis disebut gigi molar ketiga (third molar), Merupakan gigi geraham paling belakang yang tumbuh di setiap sisi rahang atas dan bawah. Jadi total normalnya ada 4 gigi bungsu:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- dua di rahang atas (kiri-kanan)
- dua di rahang bawah (kiri-kanan).
Disebut “bungsu” karena gigi ini Merupakan gigi permanen terakhir yang tumbuh, alias “anak bungsu” dari keluarga gigi geraham.
Kapan Gigi Bungsu Tumbuh?
Gigi bungsu biasanya mulai tumbuh pada rentang usia 17-25 tahun, Sekalipun ada Bahkan yang mengalaminya lebih Berkualitas atau lebih lambat dari itu. Rentang usia ini sering disebut Bahkan sebagai “usia kebijaksanaan” (makanya di bahasa Inggris disebut wisdom tooth), karena tumbuh saat seseorang Pernah memasuki masa dewasa muda.
Sangat dianjurkan diketahui, tidak semua orang mengalami pertumbuhan keempat gigi bungsu secara Pada saat yang sama. Ada yang tumbuh satu per satu dalam rentang waktu berbeda, ada Bahkan yang hanya tumbuh sebagian, bahkan ada yang gusinya sama sekali tidak memiliki benih gigi bungsu.
Kenapa Gigi Bungsu Sering Bermasalah?
Ini bukan cuma mitos, tapi memang temuan dari antropologi dental. Manusia purba dari era berburu-meramu makan makanan keras dan berserat seperti daging mentah, akar, dan biji-bijian. Karena rahang “dilatih” mengunyah makanan keras sejak kecil, tulang rahangnya tumbuh lebih besar dan punya cukup ruang untuk 32 gigi, termasuk 4 gigi bungsu.
Setelah manusia beralih ke makanan yang lebih lunak dan olahan terutama sejak era pertanian rahang tidak lagi “dilatih” semaksimal itu, sehingga ukurannya cenderung mengecil dari generasi ke generasi. Masalahnya, jumlah gigi yang Sangat dianjurkan ditampung tetap sama. Akibatnya, ruang di rahang belakang sering tidak cukup untuk menampung gigi bungsu secara sempurna.
Kejadian Unggul ini didukung oleh riset ahli biologi evolusi Daniel Lieberman (Harvard), yang mengamati bahwa masalah gigi bungsu jarang ditemukan pada tengkorak manusia dari era pra-industri, tetapi menjadi sangat umum pada manusia modern. American Academy of Oral and Maxillofacial Surgeons bahkan memperkirakan sekitar 90% orang menjalani prosedur pencabutan untuk setidaknya satu dari empat gigi bungsunya.
Kenapa Ada yang Sakit, Ada yang Tidak?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul. Jawabannya tergantung pada arah dan posisi tumbuhnya gigi bungsu:
Gigi Bungsu Tumbuh Normal (Biasanya Tidak Sakit atau Sakit Ringan)
Bila ruang di rahang cukup dan gigi bungsu tumbuh lurus sejajar dengan gigi geraham lainnya, prosesnya bisa berlangsung tanpa rasa sakit berarti paling hanya sedikit ngilu atau gusi terasa tidak nyaman selama beberapa hari.
Gigi Bungsu Impaksi (Sering Sakit)
Kondisi ini disebut impaksi, yaitu ketika gigi bungsu tidak bisa tumbuh sempurna karena terhalang oleh gigi lain, tulang rahang, atau posisinya miring/terbalik. Beberapa jenis impaksi yang umum:
- Impaksi miring (mesioangular/distoangular): gigi tumbuh menyamping, mendorong gigi di sebelahnya.
- Impaksi horizontal: gigi tumbuh mendatar, sejajar dengan gusi.
- Impaksi vertikal Sekalipun terjebak: gigi lurus tapi tidak cukup ruang untuk keluar sepenuhnya.
Impaksi inilah yang biasanya menyebabkan:
- Gusi bengkak dan nyeri
- Sulit membuka mulut lebar
- Bau mulut atau rasa tidak enak di area gusi
- Infeksi gusi di sekitar gigi bungsu (perikoronitis)
- Nyeri menjalar ke telinga atau rahang
Faktor Lain yang Memengaruhi Rasa Sakit
Beberapa faktor yang berpengaruh:
- Ukuran rahang yang sempit membuat gigi lebih sulit menembus gusi.
- Sudut tumbuh gigi terhadap gigi tetangganya.
- Peradangan gusi akibat sisa makanan yang terjebak di sekitar gigi yang baru tumbuh sebagian.
- Daya tahan tubuh seseorang saat itu, yang memengaruhi seberapa besar peradangan yang muncul.
Apa yang Bisa Dilakukan Kalau Gigi Bungsu Tumbuh?
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan tergantung kondisinya:
1. Bila Tidak Menimbulkan Gejala Berarti
- Tetap rutin periksa ke dokter gigi untuk memantau arah pertumbuhannya lewat rontgen.
- Jaga kebersihan mulut ekstra di area gigi bungsu karena posisinya sulit dijangkau sikat gigi.
2. Bila Muncul Nyeri Ringan atau Gusi Bengkak
- Kumur dengan air garam hangat untuk Membantu meredakan peradangan.
- Kompres pipi bagian luar dengan air dingin untuk mengurangi bengkak.
- Hindari makanan keras atau terlalu panas/dingin di area yang nyeri.
- Konsultasi ke dokter gigi Bila nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari.
3. Bila Terjadi Infeksi atau Impaksi Parah
- Dokter gigi biasanya Akan segera melakukan rontgen panoramik untuk melihat posisi gigi bungsu secara menyeluruh.
- Bila gigi bungsu impaksi dan berpotensi merusak gigi sebelahnya atau menyebabkan infeksi berulang, dokter Mungkin menyarankan pencabutan gigi bungsu (odontektomi).
Prosedur ini umum dilakukan dan biasanya menggunakan anestesi lokal, kadang disertai sedasi tergantung tingkat kesulitan kasus.
Menunda pemeriksaan gigi bungsu yang bermasalah bisa Mengoptimalkan risiko:
- Infeksi menyebar ke jaringan sekitar
- Kerusakan pada gigi geraham di depannya
- Kista di sekitar gigi yang terpendam
- Pergeseran susunan gigi lainnya
Kesimpulan
Gigi bungsu Merupakan gigi geraham terakhir yang tumbuh, biasanya di usia 17-25 tahun. Tidak semua orang merasakan sakit saat gigi bungsu tumbuh semua tergantung apakah gigi tumbuh lurus dengan ruang cukup, atau mengalami impaksi karena ruang rahang terbatas. Bila muncul gejala seperti nyeri berkepanjangan, gusi bengkak, atau susah membuka mulut, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi untuk menentukan apakah gigi bungsu Sangat dianjurkan dipantau saja atau Sangat dianjurkan dicabut.
@detikhealth_official 🪥 Sikat gigi masih dipakai sejak semester lalu? Kalau bulunya Pernah mekar, berubah warna, atau bau apek, waktunya ganti! Jangan sampai sikat gigi yang harusnya bikin sehat malah jadi sumber masalah. 🦷✨ Creator: Nima #TipsKesehatan #KesehatanGigi #SikatGigi #detikHealth ♬ original sound – detikHealth
(nim/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
