Jakarta, CNN Indonesia —
kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (Bank Indonesia) Dicky Kartikoyono berencana Mengoptimalkan Teknologi Digital ekosistem pembayaran di hadapan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
Upaya itu diharapkan ampuh menggenjot target Peningkatan Ekonomi 8 persen Indonesia
Dicky, yang Di waktu ini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur Bank Indonesia, menyampaikan visi dan misi yang ia rancang bertajuk mengukir sejarah digital untuk Indonesia Emas Ke arah Asta Cita pemerintah, Dikenal sebagai Peningkatan Ekonomi yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Presentasi visi dan misi bertajuk mengukir sejarah digital untuk Indonesia Emas, yang kami kontribusikan untuk Ke arah Asta Cita Peningkatan Ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Dicky dalam rapat dengar pendapat umum kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (26/1).
Dicky mengatakan Peningkatan Ekonomi keuangan digital Indonesia sangat pesat selama sembilan tahun terakhir, terutama sejak Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) diluncurkan pada 2019.
“Ketika QRIS diluncurkan 2019, ini tumbuhnya eksponensial. Transaksi digital tumbuh signifikan, kemudian Bank Indonesia-FAST (Bank Indonesia Fast Payment) kita Mendukung transaksi perekonomian dengan jumlah yang cukup meyakinkan. Ini jumlahnya mencapai 1,6 quadrillion,” jelasnya.
Ia pun menjelaskan Bila jumlah uang yang beredar di masyarakat naik dan channel atau sistem pembayarannya lancar, maka kecepatan perputaran uang atau velositas Nanti akan ikut tumbuh.
“Nah kalau money-nya cukup, lancar beredar, tinggal bagaimana kita mendorong pendapatan masyarakat, dan ujungnya Merupakan mendorong Peningkatan Ekonomi. Nah di sini kami Nanti akan kontribusikan bagaimana Teknologi Digital Nanti akan Mendukung Peningkatan Ekonomi,” kata Dicky.
Kendati demikian, Dicky menilai Peningkatan Ekonomi Indonesia menghadapi Sebanyaknya tantangan besar, seperti Politik Global, polarisasi, risiko siber, defisit neraca berjalan, pelemahan daya beli Sampai saat ini angka pengangguran. Ia mengusulkan Teknologi Digital sebagai jawaban dari tantangan tersebut.
“Jawaban dari tantangan ini ada pada upaya kita menegakkan pilar Teknologi Digital sebagai salah satu game changer,” tegasnya.
Kemudian, ia mengungkapkan Bank Indonesia mencatat volume pertumbuhan transaksi digital bisa mencapai Rp147,3 miliar dalam lima tahun, setelah tahun ini tumbuh berkisar Rp37 miliar.
“Kami di Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan digital ini Nanti akan bisa mencapai Sampai saat ini Rp147,3 miliar setelah dalam lima tahun, terakhir tumbuh Rp37 miliar,” ungkap Dicky.
(fln/ins)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











