loading…
Moko (depan kanan), Novian Indra, Farid, Riezha Agus S, Harrypole, Mario Silitonga, R Indra Sandy saat rapat Liga Santri 2026 di Jakarta, Senin (7/9/2026). Tim yang terbukti menurunkan pemain profesional terancam kehilangan gelar. Foto/Dok. SindoNews
Liga Santri 2026 dijadwalkan bergulir secara nasional pada Oktober 2026 dengan melibatkan Tim-Tim santri dari pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia. Kepanitiaan Kejuaraan dibentuk dalam rapat pleno pengurus KSMI di Jakarta, Senin (7/9/2026) malam. Baca Bahkan: Tunjuk Tundra Meliala Jadi Waketum, KSMI Gelar Liga Santri dan Piala Asia
Pamungkas Trishadiatmoko biasa dipanggil Moko Pamungkas ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana atau organizing committee (OC). Panitia langsung bekerja menyiapkan konsep dan teknis penyelenggaraan Kejuaraan.
Usai rapat Moko mengatakan, Kejuaraan Berniat diawali dengan seleksi di daerah. Proses seleksi tersebut menjadi tanggung jawab ketua KSMI di masing-masing daerah. “Seleksi Berniat diterapkan pada tim dan pemain,” katanya.
KSMI, lanjut Ia, Berniat memastikan pemain yang tampil Sungguh-sungguh memenuhi kriteria sebagai peserta Liga Santri. Keberadaan pemain profesional di dalam tim menjadi salah satu hal yang Berniat diawasi secara ketat.
Wakil Ketua Umum Bidang Media, IT & Digital Tundra Meliala menambahkan, Bila ditemukan adanya player atau pemain profesional dalam tim dan tim tersebut juara, maka Berniat dicabut. Aturan tersebut penting untuk menjaga sportivitas sekaligus tujuan utama Kejuaraan sebagai ruang pembinaan sepak bola di lingkungan pesantren.
Liga Santri 2026 Berniat menggunakan format sepak bola mini. KSMI menyebut Kejuaraan tersebut diproyeksikan menjadi kejuaraan sepak bola mini khusus santri yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











