Menkes Sebut Distribusi Dokter Gigi Tidak Merata, Tak Ingin Praktik di Daerah


Jakarta

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan distribusi dokter gigi di Indonesia masih belum merata. Setidaknya, ada sekitar 4.000 puskesmas belum punya dokter gigi.

Hal itu disampaikan Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).

Salah satu alasan mengapa distribusi dokter gigi ini kurang Merupakan mereka yang enggan untuk ditempatkan di daerah-daerah tertentu, seperti yang bukan kota-kota besar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi itu sebabnya kenapa kita kekurangan dokter gigi, karena dokter giginya tidak Ingin praktik di Subang, tidak Ingin praktik di Nias, gitu kan? Jadi kita Hari Ini Di waktu ini sedang gimana Menyediakan insentif,” ujarnya.

Kurangnya dokter gigi di Tanah Air, lanjut Menkes Budi Bahkan disebabkan oleh para dokter-dokter gigi yang Pada saat ini bekerja tidak sesuai dengan profesinya, atau tidak membuka praktik.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Menkes Budi menambahkan bahwa pihaknya Pernah memfinalisasi skema tunjangan khusus bagi dokter dan dokter gigi. Skema itu Berencana mengacu pada model insentif dokter spesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

“Ekspansinya tidaknya di DPTK atau 3T, tapi Bahkan di puskesmas-puskesmas yang selama ini kosong. Misalnya Jabar, Kuningan bukan daerah 3T, tapi ternyata Pernah terjadi 5 tahun tidak ada dokter giginya,” kata Budi.

“Karena tidak yang Ingin jadi dokter gigi di puskesmas Kuningan, nah itu Berencana kami berikan (insentif) dan ini Di waktu ini sedang kami hitung, mudah-mudahan itu Berencana bisa segera berjalan,” sambungnya.

(dpy/kna)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version