Bisnis  

Pasar Saham Butuh Ini untuk Redam Dampak Bos OJK dan BEI Mundur


Jakarta, CNN Indonesia

Pengamat menilai pelaku pasar keuangan Tanah Air membutuhkan kejelasan arah untuk meredam spekulasi yang Berencana muncul pekan depan, usai pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mundur, Jumat (30/1).

Kejelasan Bahkan dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan pasar keuangan, khususnya saat Pasar Saham dibuka, Senin (2/2).

Pengamat Pasar Saham David Sutyanto menegaskan bahwa kejelasan pasar menjadi hal yang dibutuhkan Pada Pada saat ini oleh pelaku pasar keuangan Tanah Air.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kejelasan tersebut penting untuk meredam spekulasi dan menjaga kepercayaan pasar Supaya bisa isu ini tidak berkembang menjadi sentimen negatif yang lebih luas,” kata David dalam jawaban tertulisnya, melansir Antara di Jakarta, Sabtu (31/1).



Ia mencatat pengunduran diri Sebanyaknya pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bursa Efek Indonesia (BEI), Sebelumnya menimbulkan banyak spekulasi di pasar.

Hal ini bukan soal individu semata, melainkan karena pasar sangat sensitif terhadap kesinambungan kepemimpinan, arah kebijakan, dan stabilitas komunikasi kelembagaan.

“Dalam kondisi seperti ini, risiko utamanya bukan langsung pada fundamental pasar, melainkan pada persepsi,” ujar David.

Ia menambahkan ketidakjelasan narasi dan jeda komunikasi berpotensi memunculkan pertanyaan lanjutan, termasuk dari investor global dan lembaga seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengenai konsistensi kebijakan dan koordinasi antar otoritas ke depan.

Untuk itu, David memandang penjelasan resmi yang komprehensif, arah transisi yang jelas, serta penegasan bahwa agenda strategis dan reformasi pasar tetap berjalan, sangat dibutuhkan pelaku pasar.

Sementara itu, Pengamat Pasar Keuangan Ibrahim Assuaibi menilai mundurnya pejabat OJK dan BEI, mencerminkan adanya kebutuhan untuk pembenahan di Pasar Saham Tanah Air.

“Pengunduran diri tersebut merupakan hak perogatif Ia-Ia, karena merasa bahwa Harus ada pembenahan-pembenahan dalam Pasar Saham,” kata Ibrahim, Jumat (30/1) malam.

Sebelumnya, pada Jumat (30/1/2026), para petinggi bidang keuangan mengumumkan pengunduran diri dari jabatan secara beruntun dalam satu hari.

Dimulai dari Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI, Jumat (30/1). Keputusan tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi Pasar Saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Selanjutnya, pada Jumat sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua DK OJK Mahendra Siregar bersama dua petinggi bidang Pasar Saham mengumumkan pengunduran diri.

Mereka antara lain Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Saham, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) IB Aditya Jayaantara.

Mahendra menyatakan pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk Mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan.

Meskipun demikian demikian, usai pengumuman pengunduran ketiga pejabat tersebut, pengunduran diri dari jabatan Bahkan diikuti oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, sebagaimana siaran pers pada pukul 21.00 WIB.

OJK pun menegaskan bahwa proses pengunduran diri para petinggi ini tidak memengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional.

(ins)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA