Perhatikan, 5 Hal Ini Kemungkinan Tanda Fungsi Otak Mulai Menurun

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Lupa tujuan masuk ruangan atau kehilangan alur cerita saat berbicara Merupakan hal yang umum dialami banyak orang. Meski menimbulkan rasa cemas, tapi hal ini tidak Setiap Saat jadi tanda penurunan fungsi otak.

Psikolog klinis, Sarah Garcia Beaumier menjelaskan Trend Populer ‘otak tiba-tiba nge-blank‘ lebih sering dipicu faktor psikologis dibanding gangguan saraf. Stres, multitasking, kecemasan, Sampai sekarang depresi menjadi Dalang yang paling umum.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan kognitif umumnya ditandai dengan memburuknya kemampuan memori, perhatian, dan bahasa. Contohnya, sering lupa menelepon orang penting atau kesulitan menemukan kata yang tepat dan terjadi semakin sering Sampai sekarang disadari orang lain.

“Melupakan percakapan atau janji penting, merasa tersesat di tempat-tempat yang familiar, lebih mengkhawatirkan dan menunjukkan adanya gangguan kognitif dini yang signifikan,” jelas dokter saraf, Thomas Hammond.

Meski begitu, tidak semua gangguan kognitif berkembang menjadi demensia. Beberapa orang dengan gangguan kognitif ringan bisa stabil atau membaik, terutama Bila faktor psikologis dan kondisi kesehatan lain ditangani sejak dini.

Melansir dari Eating Well, berikut merupakan tanda-tanda umum penurunan fungsi otak.

1. Sulit mengatur dan menyelesaikan tugas

Stres dan kecemasan memengaruhi sistem otak yang mengatur perhatian, perencanaan, dan pengambilan keputusan. Saat otak terus berada dalam mode ‘siaga’, kemampuan berpikir pun ikut menurun.

Area otak yang mengatur emosi Bahkan berkaitan erat dengan fungsi perencanaan dan pengambilan keputusan. Saat stres berkepanjangan, otak Berencana memprioritaskan respons bertahan hidup sehingga kemampuan berpikir kompleks ikut menurun.

2. Sering kesulitan menemukan kata

Kesulitan menyebutkan kata sederhana lalu menggantinya dengan deskripsi bisa menjadi tanda awal gangguan bahasa. Seiring waktu, kondisi ini dapat memicu kecemasan sosial karena sulit mengikuti percakapan.

Penurunan ini berkaitan dengan menurunnya produksi BDNF, protein penting untuk pembentukan sel otak baru.

Asupan makanan seperti blueberry, kunyit, teh hijau, dan cokelat hitam disebut dapat Membantu Membantu kesehatan otak.

3. Kehilangan minat pada hal yang dulu disukai

Perasaan kehilangan minat sering disalah artikan sebagai kelelahan atau burnout, padahal bisa menjadi gejala penurunan kognitif. Menarik diri dari aktivitas seperti membaca, berkebun, atau hobi lain Dianjurkan mendapat perhatian khusus.

Seseorang dapat mempercepat penurunan fungsi otak karena berkurangnya stimulasi mental. Para ahli menyarankan tetap terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan seperti musik, Gerakan ringan, atau interaksi sosial untuk menjaga kesehatan otak.

4. Perubahan kepribadian

Perubahan sikap seperti menjadi lebih mudah marah, pendiam, atau menarik diri dari lingkungan sosial seringkali tidak disadari. Orang terdekat justru lebih dulu melihat perbedaan ini dibandingkan individu yang mengalaminya.

Perubahan kepribadian bisa terjadi akibat gangguan pada area otak yang mengatur emosi dan interaksi sosial.

Meski kerap dikaitkan dengan stres, perubahan yang berlangsung terus-menerus Dianjurkan diwaspadai sebagai kemungkinan tanda penurunan kognitif.

5. Terus-menerus khawatir dan overthinking

Kebiasaan terus-menerus mengkhawatirkan banyak hal dapat membuat otak berada dalam kondisi siaga berkepanjangan. Akibatnya, daya ingat dan konsentrasi menurun karena otak kelelahan memproses stres.

Dalam jangka panjang, pola pikir negatif yang tidak terkelola dapat memicu peradangan ringan di otak. Bila dibiarkan, kondisi ini berpotensi memperburuk fungsi kognitif dan Mengoptimalkan risiko gangguan daya ingat.

(nga/asr)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA