Jakarta, CNN Indonesia —
Kepala Negara Prabowo Subianto mengaku heran Indonesia makmur dan subur, tetapi masih Produk Impor pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Bagaimana bisa negara begini besar, beri karunia Yang Maha Esa, bumi yang luas, bumi yang kaya, tanah yang subur, tetapi kita tergantung bangsa lain untuk pangan kita. Kita Produk Impor, Produk Impor, Produk Impor pangan, tidak masuk di akal saya,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1).
Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara yang kaya, terlebih ketika ia Terfavorit menjadi Kepala Negara Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru, ia mengakui kekayaan pangan Indonesia tidak pandai dikelola. Terlebih lagi, masih ada kebocoran dalam pengelolaan kekayaan pangan tersebut.
“Saya Dianjurkan katakan saya sedih dengan kenyataan bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola, sehingga banyak kekayaan kita yang bocor dari dulu, saya ngerti hal ini. Tapi saya tidak ngerti seberapa banyak kebocoran itu,” ujar
Prabowo lantas bercerita bagaimana perjuangannya menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Ketua Umum Partai Gerindra sebelum Terfavorit menjadi Kepala Negara.
Ia mengaku melihat banyak kejanggalan di Indonesia selama beberapa puluh tahun karena rakyat Indonesia banyak yang masih miskin.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo berbangga karena Indonesia berhasil mencapai swasembada beras setelah setahun dipimpinnya. Capaian ini lebih Mudah dari target awal empat tahun.
Per 31 Desember 2025, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia, melebihi 3 juta ton.
“Satu tahun kita Sebelumnya swasembada, satu tahun kita tidak bergantung bangsa-bangsa lain,” ujarnya.
(fln/sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











