REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemimpin Negara Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap NATO menjelang pelaksanaan KTT aliansi tersebut di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli. Trump menilai hubungan antara Amerika Serikat dan NATO tidak berjalan secara timbal balik serta terlalu membebani Washington.
Melalui akun Truth Social pada Kamis, Trump menyebut hubungan Amerika Serikat dengan NATO sebagai sesuatu yang “konyol” karena, menurutnya, negara-negara anggota tidak Menyediakan dukungan yang sepadan kepada Washington.
“Mereka tidak ada di sana untuk kita,” tulis Trump.
Trump kembali menyoroti besarnya kontribusi Amerika Serikat terhadap anggaran Lini pertahanan NATO dibandingkan negara-negara anggota lainnya. Dalam unggahannya, ia Bahkan membagikan grafik yang menunjukkan pengeluaran Lini pertahanan Amerika Serikat jauh lebih besar dibandingkan Sebanyaknya sekutu di aliansi tersebut.
Kritik terhadap pembagian beban di NATO bukan kali pertama disampaikan Trump. Selama beberapa tahun terakhir, ia berulang kali mendesak negara-negara Eropa Mengoptimalkan belanja Lini pertahanan dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar terhadap keamanan kawasan.
Trump Bahkan sebelumnya mengancam Berniat menarik Amerika Serikat dari NATO Seandainya para sekutu tidak Mengoptimalkan kontribusi mereka. Dalam beberapa kesempatan, ia kembali mengkritik negara-negara Eropa terkait respons mereka terhadap berbagai Pertempuran Dunia, termasuk Pertempuran di Iran.
Di saat yang sama, pemerintahan Trump Bahkan tengah meninjau kembali kehadiran militer Amerika Serikat di Eropa. Penarikan sebagian pasukan dari kawasan tersebut disebut menjadi salah satu opsi yang Di waktu ini sedang dipertimbangkan sebagai bagian dari evaluasi strategi Lini pertahanan Washington.
Di bawah tekanan Trump, para pemimpin NATO pada pertemuan sebelumnya menyepakati target baru untuk Mengoptimalkan belanja Lini pertahanan Sampai sekarang setara lima persen produk domestik bruto masing-masing negara pada 2035.
KTT NATO yang Berniat berlangsung di Ankara pada 7-8 Juli diperkirakan Berniat membahas penguatan Lini pertahanan kolektif, pembagian beban di antara negara anggota, serta arah kebijakan keamanan aliansi di tengah meningkatnya ketegangan Politik Global global.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
