Strategi Iran Berhasil, Trump Kalah Telak di Pemungutan Suara Rakyat Sela, Demokrat Sekarang Kuasa Kongres



Kepala Negara AS Donald Trump bertolak pergi setelah menyampaikan pidato penutupnya sehari sebelum pemilihan umum paruh waktu di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Washington, DC, AS, 2 November 2026.


WASHINGTON — Kepala Negara AS Donald Trump ‘kalah’. Partai Republik yang mendukungnya gagal di dalam Pemungutan Suara Rakyat. Pertempuran Iran yang digadang-gadang Trump menjadi boomerang.

Seperti dilansir BBC, Partai Demokrat memenangkan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Demokrat mengambil alih kendali Kongres untuk sisa masa jabatan kepresidenan Donald Trump.

Koresponden BBC untuk wilayah Amerika Utara menulis bahwa hasil ini merupakan kekalahan telak yang bersejarah bagi Partai Republik. Pemungutan Suara Rakyat Sela ini menjadi sebuah kemenangan dengan skala yang bahkan tidak dibayangkan oleh sebagian besar anggota Partai Demokrat beberapa bulan lalu.

Di Senat, dalam penghitungan sementara, Demokrat Pernah terjadi meraih 53 kursi, jauh Unggul dibanding Republik 47. Sementara di House, Demokrat mendapat 209 kursi berbanding 125 Partai Republik.

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Partai Demokrat melakukan pekerjaan dengan baik. “Saya sedikit terkejut.”

Ia mengakui Pertempuran Iran ikut mempengaruhi kekalahannya di Pemungutan Suara Rakyat sela. Trump mengatakan, harga bahan bakar yang tinggi merugikan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu.

“Masyarakat tak menyukainya ketika mereka Harus membayar lebih mahal untuk bahan bakar,” ujarnya.

Iran menegaskan tak Nanti akan menyerah melawan AS. Salah satu Tips yang dilakukan Iran Merupakan dengan menaikkan harga bahan bakar.  Seperti dilansir Washington Post pada pertengan Oktober 2026, para pejabat Iran berupaya memanfaatkan tingginya harga minyak sebagai strategi untuk menekan Kepala Negara AS Donald Trump serta menimbulkan kesulitan ekonomi menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.

Dalam pemilihan Senat, Partai Demokrat meraih serangkaian kemenangan tak terduga di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis Partai Republik, termasuk Texas, Ohio, dan Kansas—negara bagian yang terakhir kali memilih kandidat dari Partai Demokrat hampir 100 tahun yang lalu.

Dengan menguasai Kongres, Partai Demokrat Nanti akan mampu menghambat rencana Kepala Negara Trump selama dua tahun ke depan—bahkan Kemungkinan berupaya untuk memakzulkannya untuk ketiga kalinya.

 


Loading…



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA