Pernah kebayang Sangat dianjurkan menempuh perjalanan berjam-jam cuma buat periksa mata? Buat sebagian warga +62, akses ke dokter spesialis mata memang belum semudah itu.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut jumlah dokter spesialis mata di Indonesia Pada saat ini Bahkan sekitar 3.000 orang. Sekalipun, jumlah tersebut belum tersebar merata karena sebagian besar masih terkonsentrasi di Jawa dan Bali.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengungkapkan persoalan tersebut dalam media briefing Hari Penglihatan Sedunia 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Iya, kalau kita lihat kan dokter mata itu baru 3.000 ya, dan Pada saat ini Bahkan untuk dokter mata itu paling banyak terkonsentrasi di Jawa dan Bali,” ujar Nadia.
Menurutnya, jumlah dokter spesialis mata yang ada belum otomatis menjamin seluruh masyarakat bisa mengakses layanan dengan mudah. Indonesia memiliki 514 kabupaten/kota, sementara distribusi dokter masih belum merata.
“Jadi memang ada distribusi yang tidak merata,” jelasnya.
Bukan Cuma Tambah Dokter, Fasilitas Bahkan Sangat dianjurkan Siap
Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes berupaya Mengoptimalkan jumlah dokter spesialis mata melalui pendidikan dan program penugasan khusus ke daerah yang membutuhkan.
Salah satu upaya yang dilakukan Merupakan membuka jalur pendidikan dokter spesialis mata di rumah sakit pendidikan, termasuk di Cicendo. Langkah ini diharapkan bisa mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis mata di berbagai wilayah.
Sekalipun, mengirim dokter ke daerah saja belum cukup. Peralatan untuk pemeriksaan dan tindakan mata Bahkan Harus tersedia Supaya bisa pasien bisa mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.
“Jadi kita bisa ada dokter-dokter ditugaskan, tapi kalau untuk peralatan mata itu kan cukup banyak, jadi enggak cuma dokternya aja, tapi Sangat dianjurkan dilengkapi,” tutur Nadia.
Ada Daerah yang Sangat dianjurkan Ditempuh Sampai saat ini 12 Jam
Tantangan akses ini makin terasa di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit. Nadia mencontohkan Sebanyaknya daerah di Kalimantan yang membutuhkan perjalanan panjang untuk menjangkau fasilitas kesehatan.
“Daerah-daerah tadi seperti yang disampaikan, Kalteng, Pangkalan Bun, atau Banjarmasin, itu kan ada yang sampai 12 jam,” ungkapnya.
Jarak yang jauh bisa menjadi hambatan bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan Sampai saat ini operasi. Padahal, gangguan penglihatan yang ditemukan Harus ditindaklanjuti Supaya bisa pasien bisa memperoleh penanganan yang sesuai.
Karena itu, Kemenkes berupaya melengkapi fasilitas kesehatan di kabupaten/kota sekaligus menempatkan dokter spesialis mata di daerah yang membutuhkan.
“Makanya kemudian di kabupaten/kota itu kita lengkapi dan kita kemudian ada penugasan dokter mata di situ,” kata Nadia.
Skrining Mata Sangat dianjurkan Berujung Penanganan
Selain Memperjelas akses dokter dan fasilitas, pemeriksaan mata Bahkan Harus diikuti dengan penanganan yang tepat. Skrining bisa Membantu menemukan gangguan sejak dini, tetapi pemeriksaan awal saja tidak cukup Bila pasien tidak mendapat tindak lanjut.
Artinya, upaya menjaga kesehatan mata bukan hanya soal mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan diri. Layanan lanjutan Bahkan Sangat dianjurkan bisa dijangkau ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan.
Pemerataan dokter spesialis mata, ketersediaan peralatan, dan kesinambungan layanan pun menjadi bagian penting Supaya bisa masyarakat di berbagai daerah punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan perawatan kesehatan mata.
Halaman 2 dari 3
Simak Video “Video: Bahaya Kucek Mata Saat Kena Abu Vulkanik“
[Gambas:Video 20detik]
(amf/up)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











