Seorang wanita Iran berjalan di samping papan Iklan raksasa anti-AS yang menampilkan Kepala Negara AS Donald Trump di dalam peti mati di Alun-alun Enghelab di Teheran, Iran, pada 15 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Kepala Negara Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi Pernah menyatakan ketidakpuasannya terhadap jalannya Operasi Epic Fury terhadap Iran. Menurut laporan CBS pada Rabu (15/7/2026) yang mengutip Sebanyaknya sumber yang mengetahui masalah tersebut, Trump menilai Washington Pernah melewatkan peluang untuk menghindari konflik berkepanjangan setelah menolak proposal Teheran terkait program nuklirnya.
Dilaporkan pula bahwa konflik dengan Iran Bahkan mengungkap adanya perbedaan pandangan antara Trump dan Menteri Konflik Bersenjata AS Pete Hegseth. Hegseth, meski ada kekhawatiran dari Jenderal Dan Caine, dilaporkan mendorong pendekatan yang lebih agresif terhadap Iran.
Sementara itu, Trump Diberitakan semakin frustrasi karena operasi militer berlangsung lebih lama dan menjadi lebih rumit dibandingkan yang semula diperkirakan. Laporan tersebut Bahkan menyebut Trump merasa kesal ketika Hegseth dan Caine menyampaikan kekhawatiran mengenai keterbatasan operasional.
Apalagi, Sebanyaknya pejabat Pentagon dan lembaga pemerintah lainnya dilaporkan tidak puas dengan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper. Mereka menilai Cooper pada awalnya terlalu melebih-lebihkan kemampuan Pentagon dalam menghadapi Iran.
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa Trump “sangat bangga” atas kepemimpinan Hegseth dan Cooper selama pelaksanaan Operasi Epic Fury.
Loading…
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
