Bisnis  

Bom Waktu Sektor Pertanian AS, Utang Petani Tembus Catatan Unggul Rp10.869 Triliun

loading…

Sektor pertanian Amerika Serikat (AS) Sekarang berada di ambang krisis keuangan di tengah lonjakan beban biaya operasional. Foto/Dok

JAKARTA – Sektor pertanian Amerika Serikat (AS) Sekarang berada di ambang krisis keuangan di tengah lonjakan beban biaya operasional. Ditambah ketika kasus kebangkrutan semakin marak, nilai utang petani AS dilaporkan melesat menembus Catatan Unggul tertinggi sepanjang sejarah, Dengan kata lain lebih dari USD605 miliar atau sekitar Rp10.869 triliun (dengan kurs Rp17.966/USD).

Sekalipun investigasi terbaru membeberkan kenyataan yang jauh lebih mengerikan, bahwa angka Berkelas tersebut diduga kuat hanyalah puncak gunung es. Data resmi Departemen Pertanian AS (USDA) ditengarai gagal merekam ratusan triliun utang tersembunyi yang ditarik petani dari lembaga keuangan non-tradisional dan penyedia kredit vendor.

Tekanan finansial yang melanda kawasan pertanian AS dipicu oleh kombinasi badai ekonomi ganda. Pertama Dengan kata lain Konflik Bersenjata dagang Washington, adanya gangguan pasar Perdagangan Keluar Negeri ke negara pembeli utama seperti China menekan harga jual Barang Dagangan.

Baca Bahkan: Petani AS Alami Krisis Terburuk dalam 40 Tahun, Konflik Bersenjata Iran Bikin Boncos Rp543,1 Triliun

Ditambah Konflik Bersenjata AS-Israel versus Iran yang belum jelas kapan berakhirnya. Konflik bersenjata di Timur Tengah melumpuhkan rantai pasok global dan mendongkrak drastis biaya pupuk serta bahan bakar (diesel).

Seiring meningkatnya angka kebangkrutan, perbankan komersial memperketat penyaluran kredit. Akibatnya, para petani terpaksa berpaling ke pinjaman non-tradisional -seperti koperatif petani, produsen alat berat, perusahaan Teknologi Keuangan, Sampai sekarang pemasok benih dan pupuk.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version