REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rencana Menteri Lini belakang Amerika Serikat Pete Hegseth memangkas sekitar 20 persen struktur perwira tinggi militer mulai menimbulkan resistensi dari kalangan Partai Republik sendiri. Sebanyaknya senator mempertanyakan dasar pemangkasan, minimnya konsultasi dengan Kongres, Sampai sekarang dampaknya terhadap kesiapan militer Amerika Serikat.
Hegseth mengonfirmasi langkah tersebut dalam pidato State of the Force di Marine Corps Base Quantico, Virginia, Rabu (30/9/2026), sebagaimana diberitakan Associated Press. Pemangkasan itu mencakup kombinasi pemberhentian perwira serta pengurangan posisi yang diperuntukkan bagi jenderal dan laksamana.
Justru, angka 20 persen tidak berarti Pentagon sekaligus memecat seperlima seluruh jenderal dan laksamana. Hegseth mengatakan sekitar 10 persen perwira tinggi Sudah diberhentikan, sementara sekitar 10 persen posisi perwira tinggi lainnya dikurangi.
“Mengikuti perhitungan internal, kami Sudah memangkas sekitar 10 persen perwira tinggi,” kata Hegseth, sebagaimana diberitakan Breaking Defense.
Ia mengatakan jumlah posisi perwira tinggi Bahkan Sudah dikurangi sekitar 10 persen tambahan.
Restrukturisasi tersebut diarahkan mencapai pengurangan sekitar 20 persen pada 1 Januari 2027. Militer AS memiliki sekitar 800 posisi jenderal dan laksamana dari pangkat bintang satu Sampai sekarang bintang empat. AP News
Sebagian jabatan tidak Akan segera sepenuhnya dihilangkan. Sebanyaknya posisi dapat diturunkan sehingga nantinya diisi kolonel atau kapten Angkatan Laut, bukan perwira berpangkat jenderal atau laksamana.
Hegseth membingkai kebijakan tersebut sebagai upaya memangkas birokrasi dan Mengoptimalkan akuntabilitas. “Media menyebutnya pembersihan. Saya menyebutnya akuntabilitas,” katanya dalam pidato tersebut, sebagaimana diberitakan CNN.
Senator Republik Minta Penjelasan
Persoalannya, Sebanyaknya senator yang justru berasal dari partai Kepala Negara Donald Trump belum melihat penjelasan terperinci mengenai bagaimana restrukturisasi tersebut Akan segera dilakukan.
Senator Ted Budd dari North Carolina mengatakan dirinya belum memiliki dasar untuk menyimpulkan apakah pemangkasan itu merupakan langkah tepat. Budd merupakan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat.
“Saya Pernah Jelas ingin melihat Penjelasannya secara terperinci,” kata Budd. Ia mengatakan belum memperoleh penjelasan tersebut dari Pentagon.
Kekhawatiran Bahkan datang dari Senator Thom Tillis dari North Carolina. Tillis mengatakan pengurangan organisasi bisa dilakukan dengan benar ataupun keliru, dan ia belum diyakinkan oleh Tips Hegseth menjalankan proses tersebut.
“Saya pernah melakukan pengurangan tenaga dan kajian manajemen,” kata Tillis. Menurut Ia, ada Tips yang benar dan Tips yang salah dalam melakukannya.
Senator Republik John Hoeven dari North Dakota Bahkan meminta Pentagon berhati-hati. Ia mengatakan setiap restrukturisasi Harus diperiksa secara serius dan dilakukan dengan benar.
Sikap itu menunjukkan perdebatan di Capitol Hill bukan semata mengenai apakah jumlah jenderal Berlebihan. Pertanyaan lebih besar menyangkut siapa yang kehilangan jabatan, posisi mana yang dihapus, dan apa pengaruhnya terhadap rantai komando serta kesiapan tempur.
Roger Wicker, senator Republik dari Mississippi, Pada Di waktu ini memimpin Komite Angkatan Bersenjata Senat. Komite tersebut memegang peran penting dalam pengawasan kebijakan Pentagon sekaligus proses konfirmasi banyak jabatan senior militer.
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
