loading…
INALUM memperoleh peringkat kredit internasional rating ‘BBB-’ dengan Outlook stabil dari S&P Global Ratings. Pencapaian ini menjadikan peringkat internasional investment-grade bagi INALUM. Foto/Dok. SindoNews
Dalam laporannya yang diterbitkan pada tanggal 7 September 2026 S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID dan kuatnya dukungan Pemerintah melalui MIND ID terhadap INALUM. S&P Global Ratings Bahkan memandang INALUM memiliki peran penting sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID untuk Mengoptimalkan industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.
Keterkaitan yang erat dengan MIND ID, baik secara strategis maupun finansial, turut Mengoptimalkan profil kredit INALUM dan Membantu keberlanjutan pengembangan Usaha serta Penanaman Modal perusahaan. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap keberlanjutan kinerja operasional dan arus kas INALUM, serta konsistennya dukungan MIND ID dalam menopang peran strategis INALUM bagi pengembangan industri aluminium nasional. Baca Bahkan: Hilirisasi Mineral Sepanjang Semester I 2026 Cetak Penanaman Modal Rp206,5 Triliun
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita mengatakan, apa yang Sudah dicapai Pada Pada saat ini, menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus Mengoptimalkan fundamental Usaha. Bahkan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.
Menurutnya, investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. ”Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami Berencana memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat,” katanya, Jumat (11/9/2026).
Dengan dukungan MIND ID, INALUM Berencana terus Mengoptimalkan rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. ”Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk Mengoptimalkan kapasitas tetapi Bahkan untuk Mengoptimalkan kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasionan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
