Bisnis  

Kolaborasi Jadi Kunci Dorong Desa Wisata dan Usaha Kecil Menengah Naik Kelas

loading…

Desa Bakti BCA Community Forum 2026 yang digelar pada 25–27 Agustus 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci untuk mendorong pengembangan desa wisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (Usaha Kecil Menengah) Supaya bisa mampu naik kelas. Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, Sampai saat ini perluasan akses pasar.

“Pengembangan desa wisata dan Usaha Kecil Menengah membutuhkan kolaborasi yang konsisten antara berbagai pihak. Mulai dari penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan produk, Sampai saat ini perluasan akses pasar,” ujar Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Baca Bahkan: BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%

Widodo mengatakan BCA melalui program creating shared value (CSV) Bakti BCA terus Mengoptimalkan dukungan terhadap pengembangan Usaha Kecil Menengah dan desa melalui Desa Bakti BCA Community Forum 2026 yang berlangsung pada 25-27 Agustus 2026. Forum tahunan yang sebelumnya dikenal sebagai Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut menjadi wadah evaluasi program, peningkatan kapasitas, sekaligus penguatan kolaborasi antara BCA, pengurus Desa Bakti BCA, pelaku Usaha Kecil Menengah, pemerintah, dan mitra.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, Mengoptimalkan kompetensi, serta mengidentifikasi peluang pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Desa Bakti BCA Community Forum menjadi ruang bagi kami untuk terus belajar bersama, mengevaluasi program, dan Mengoptimalkan kapasitas para penggerak desa wisata maupun pelaku Usaha Kecil Menengah,” ujarnya.

Menurut Hera, perubahan yang berlangsung Mudah membuat masyarakat desa Wajib memiliki kemampuan, pengetahuan, dan jejaring yang memadai Supaya bisa mampu mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan. Karena itu, peserta forum mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan dan regenerasi pengurus desa wisata, penguatan kapasitas pelaku dan produk Usaha Kecil Menengah, serta pemanfaatan transformasi digital untuk Memperkaya akses pasar.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version