loading…
Kritik itu disampaikan Tebas melalui akun X pada Jumat (16/10/2026). Ia merespons artikel yang ditulis Tomas Gonzalez Martin dan Jesus Urdiola di El Debate. Tebas menilai kedua jurnalis tersebut kerap menyuarakan pandangan para petinggi Real Madrid sehingga dianggap menjadi juru bicara Tim.
Dalam pernyataannya, Tebas menuding manajemen Real Madrid mengarahkan narasi yang kemudian diperkuat Real Madrid TV. Menurut Ia, kanal tersebut berulang kali menyoroti insiden Liga yang sesuai dengan kepentingan Tim, mengulang keluhan, serta memunculkan kecurigaan terhadap pihak yang dianggap berseberangan.
Tebas bahkan membandingkan pola komunikasi tersebut dengan propaganda Nazi Jerman di bawah Joseph Goebbels, yang menjabat Menteri Propaganda. Ia menyoroti penggunaan pengulangan pesan, pembentukan sosok musuh, dan manipulasi fakta untuk Mengoptimalkan narasi tertentu.
“Metode ini mengingatkan pada mekanisme propaganda yang dieksploitasi oleh [Joseph] Goebbels, Menteri Propaganda Nazi Jerman: Pengulangan sistematis, pembentukan musuh, dan memanipulasi fakta guna membangun narasi,” ujarnya.
Ia Bahkan mengkritik Tips Real Madrid TV membahas keputusan Hakim Laga lapangan. Menurut Tebas, kanal itu kerap mengaitkan keputusan yang tidak menguntungkan Real Madrid dengan dugaan persoalan perwasitan, termasuk kasus Negreira yang melibatkan Barcelona. Ia menyindir bahwa kecurigaan seolah-olah Pernah terjadi dianggap sebagai bukti, bahkan sebelum Liga berlangsung.
Serangan Tebas terhadap Real Madrid TV bukan kali pertama terjadi. Pada September 2026, ia Bahkan mengkritik kanal tersebut setelah Real Madrid mengajukan Ketidaksetujuan terkait kepemimpinan Hakim Laga lapangan menyusul kekalahan dari Atletico Madrid.
(sto)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











