Laris Manis di Indonesia, Pabrik Chery Masih Sebatas Janji

loading…

Jaecoo J5 EV, Kendaraan Pribadi listrik Terfavorit nasional dengan distribusi 26.635 unit sepanjang Januari-September 2026. Foto: Reuters

JAKARTA – Chery kian gencar merakit Kendaraan Pribadi di luar China, tetapi pabriknya di Indonesia tak kunjung berdiri. Padahal, penjualan ritelnya di sini melonjak hampir lima kali lipat dalam dua tahun.

Wakil Kepala Negara Eksekutif Chery Zhang Guibing menyebutkan, kendaraan buatan luar China menyumbang sekitar 48 persen volume Penjualan Barang ke Luar Negeri Chery tahun ini. Porsinya ditargetkan melampaui 50 persen pada akhir 2026. Angka itu dipatok naik menjadi 60 persen pada 2027 dan 70 persen pada 2030.

Menurut Zhang, produksi lokal tidak semata untuk berjualan, tetapi Bahkan membuka lapangan kerja dan menggandeng teknologi setempat. ”Langkah demi langkah, kami berupaya melokalkan produksi dan terutama mengandalkan manufaktur lokal,” ujar Zhang di Wuhu, China, Jumat (23/10/2026) waktu setempat seperti dilansir Reuters.

Ditopang Jaecoo

Di Indonesia, grup yang Bahkan memasarkan Omoda dan Jaecoo itu tengah laris manis. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ritel Chery naik dari 3.952 unit pada 2023 menjadi 8.626 unit pada 2024. Setahun kemudian, angkanya melesat 126 persen menjadi 19.485 unit.

Sepanjang Januari-September 2026, distribusi Jaecoo mencapai 27.234 unit dan Chery 8.313 unit. Bila digabung, 35.547 unit itu mengungguli Honda yang mencatat 29.903 unit.

Kendaraan Bermotor Roda Dua utamanya Merupakan Jaecoo J5 EV yang terdistribusi 26.635 unit, sekaligus menjadi Kendaraan Pribadi listrik Terfavorit nasional di atas BYD Atto 1. Saat diluncurkan pada November 2025, Kendaraan Pribadi ini dibanderol Rp249,9 juta dan Rp299,9 juta. Sebelumnya, tulang punggung Chery berganti dari Omoda 5 pada 2023, Omoda E5 pada 2024, Sampai sekarang J6 pada 2025.

Memang grup ini tumbuh, tetapi merek Chery sendiri tergerus. Distribusinya anjlok 45,2 persen dari 15.160 unit pada Januari-September 2025. Pangsa pasarnya menyusut dari 2,7 persen menjadi 1,2 persen.

Janji yang Bergeser

Padahal, janji pabrik Pernah terjadi berumur empat tahun. Di ajang IIMS 2022, Kepala Negara Direktur Chery Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia Tao Yong berharap pabrik beroperasi pada 2024. Pada tahun yang sama, Chery mulai merakit Tiggo 7 Pro dan Tiggo 8 Pro di fasilitas PT Unggul tinggi Indonesia Kendaraan Bermotor Roda Dua (HIM), Bekasi, Jabar.

Target lalu terus bergeser. Pada Oktober 2024, pabrik diperkirakan beroperasi pada 2026. Januari 2026, Chery menargetkan peletakan batu pertama tahun ini dan rampung pada 2027 dengan kapasitas 100.000 unit per tahun. Sampai sekarang Agustus 2026, lokasinya belum diumumkan.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA