Bisnis  

Pertamina Patra Niaga Produksi 11 Juta Liter SAF dari Minyak Jelantah di Cilacap

loading…

Wakil Kepala Negara Gibran Rakabuming Raka meninjau proses pengolahan mijel menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan di Green Refinery Cilacap. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Mengoptimalkan ekosistem energi berkelanjutan melalui pengolahan minyak jelantah (mijel) menjadi Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Green Refinery Cilacap. Komitmen tersebut ditunjukkan saat Wakil Kepala Negara Gibran Rakabuming Raka meninjau proses pengolahan mijel menjadi bahan bakar penerbangan ramah lingkungan.

“Pengembangan SAF Dianjurkan berjalan bersama pemberdayaan masyarakat. Sehingga minyak jelantah yang dikelola ibu-ibu melalui bank sampah dapat memiliki nilai ekonomi dan terhubung dengan industri nasional,” ujar Wapres Gibran dalam keterangan pers, Senin (26/10/2026).

Baca Bahkan: Pertamina Tambah Penyaluran Pertalite 30% Urai Antrean SPBU di Sulut

Wakil Direktur Utama I Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menjelaskan, melalui Project Pertamina SAF, minyak jelantah dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi SAF di fasilitas Green Refinery Cilacap. Produksi dilakukan melalui fasilitas Thermal Distillate Hydro Treating (TDHT) dengan skema co-processing, Didefinisikan sebagai mengolah mijel bersama komponen bahan baku lainnya.

“Dalam implementasi produksi SAF di Green Refinery Cilacap, kami Sebelumnya pada tahap komersialisasi produksi, di mana pada bulan Oktober ini diproduksi sekitar 11 juta liter co-processed SAF,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan minyak jelantah digunakan dengan rasio maksimal 5% dari total kapasitas produksi unit TDHT. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Mengoptimalkan infrastruktur kilang yang ada untuk menghasilkan produk energi berkelanjutan.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA