Jakarta –
Usia harapan hidup merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan kondisi kesehatan, perkembangan ekonomi, dan kualitas hidup suatu negara. Pada 2026, negara-negara di Asia Tenggara masih menunjukkan perbedaan usia harapan hidup yang cukup signifikan.
Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti akses terhadap layanan kesehatan, standar hidup, pendidikan, dan kebijakan kesehatan masyarakat.
Dikutip dari Seasia Stats, Senin (27/7/2026) data tersebut dihimpun dari United Nations Population Division, World Bank, dan World Health Organization (WHO).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Singapura menempati posisi teratas di kawasan dengan usia harapan hidup mencapai 84,4 tahun. Angka ini tidak hanya menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara, tetapi Bahkan termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.
Sistem layanan kesehatan yang maju, tingkat pendapatan yang tinggi, serta perhatian besar terhadap upaya Proteksi turut berkontribusi terhadap tingginya usia harapan hidup di Singapura. Keberhasilan negara tersebut menunjukkan layanan kesehatan yang efektif dan Pola Kebiasaan Sehat dapat Membantu memperpanjang usia harapan hidup.
Thailand berada di posisi kedua dengan usia harapan hidup 78 tahun. Negara tersebut Sebelumnya mengalami peningkatan dalam cakupan layanan kesehatan dan pelayanan medis selama beberapa dekade terakhir.
Malaysia menyusul dengan usia harapan hidup 76,6 tahun, didukung oleh jaringan layanan kesehatan yang berkembang dengan baik dan standar hidup yang relatif tinggi. Sementara itu, usia harapan hidup di Brunei Darussalam mencapai 75,8 tahun dan Vietnam 75,5 tahun.
Angka tersebut mencerminkan kemajuan yang cukup signifikan dalam bidang kesehatan masyarakat dan pembangunan ekonomi dalam beberapa dekade terakhir.
Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di kawasan Asia Tenggara, memiliki usia harapan hidup 71,7 tahun pada 2026 dan berada di posisi nomor enam. Filipina menyusul dengan 71,4 tahun.
Kedua negara Sebelumnya mengalami peningkatan dalam layanan kesehatan dan kondisi kehidupan masyarakat, Meskipun demikian demikian masih menghadapi tantangan dalam memastikan akses yang merata terhadap layanan medis Unggul di seluruh wilayah.
Timor-Leste mencatat usia harapan hidup 70,2 tahun, sedangkan Kamboja berada di angka 70 tahun. Kedua negara tersebut Sebelumnya mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, seiring dengan membaiknya akses layanan kesehatan, menurunnya angka kematian anak, dan Peningkatan Ekonomi. Meskipun demikian, keduanya masih menghadapi kendala terkait infrastruktur kesehatan dan ketersediaan sumber daya kesehatan masyarakat.
Laos memiliki usia harapan hidup 69,3 tahun. Sementara itu, Myanmar mencatat angka terendah di Asia Tenggara, Dikenal sebagai 67 tahun. Keterbatasan layanan kesehatan, tantangan ekonomi, serta persoalan sosial dan politik yang masih berlangsung dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat dan usia harapan hidup di negara tersebut.
Secara keseluruhan, Asia Tenggara menunjukkan gambaran yang beragam terkait usia harapan hidup pada 2026. Selisih antara Singapura yang mencapai 84,4 tahun dan Myanmar yang berada di angka 67 tahun menunjukkan besarnya pengaruh kualitas layanan kesehatan, kemakmuran ekonomi, dan stabilitas sosial terhadap usia harapan hidup.
Seiring dengan berlanjutnya Penanaman Modal di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, usia harapan hidup di kawasan Asia Tenggara diperkirakan Berencana terus meningkat. Dengan demikian, jutaan orang di kawasan ini diharapkan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan lebih panjang.
(suc/kna)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











