Bisnis  

Skandal Perbankan Jatuhkan Kepala Negara Paraguay Sampai saat ini Jadi Tahanan Rumah

loading…

Ketua Kongres Basilio Nunez mengenakan selempang kepresidenan kepada Pedro Alliana sebagai Kepala Negara baru Paraguay setelah Santiago Pena dimakzulkan akibat tuduhan terkait kebangkrutan Bank Ueno di Asunción, Paraguay. FOTO/AP

ASUNCIÓN – Skandal keuangan yang melibatkan Bank Ueno mengguncang Paraguay setelah kolapsnya bank tersebut membekukan simpanan jutaan nasabah dan menyeret Kepala Negara Santiago Peña Sampai saat ini kehilangan jabatan serta menjadi tahanan rumah. Krisis yang bermula dari dugaan penyalahgunaan dana publik dan lemahnya pengawasan perbankan itu berkembang menjadi gejolak politik terbesar di negara Amerika Selatan tersebut dalam lebih dari satu dekade.

“Ini merupakan pengkhianatan kepercayaan yang sangat besar. Kepala Negara Sebelumnya mempermainkan rakyat,” kata Yinal López, pekerja perusahaan listrik negara yang dana pensiunnya Bahkan tersimpan di Bank Ueno, sebagaimana dikutip dari AP, Minggu (8/11/2026).

Senat Paraguay pada Jumat (6/11) memutuskan memakzulkan Peña melalui pemungutan suara yang menghasilkan 44 suara setuju dari seluruh senator yang hadir. Ia menjadi Kepala Negara Paraguay kedua yang dilengserkan melalui pemakzulan sejak berakhirnya kediktatoran Jenderal Alfredo Stroessner pada 1989.

Tak lama setelah keputusan tersebut, Peña diperintahkan menjalani tahanan rumah di salah satu kediamannya di Asunción. Ia menghadapi dugaan pelanggaran kepercayaan, perdagangan pengaruh, serta penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi. Manakala terbukti bersalah, Sebanyaknya dakwaan terberat dapat membuatnya terancam hukuman penjara Sampai saat ini 10 tahun. Peña membantah melakukan pelanggaran.

Baca Bahkan: Paraguay Diguncang Krisis Perbankan, 3 Juta Nasabah Tak Bisa Akses Rekening

Kasus tersebut berpusat pada kolapsnya Bank Ueno yang disita regulator hanya tiga hari sebelum pemakzulan Peña. Bank yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir itu menghimpun dana lebih dari USD800 juta dari sektor publik dan menjangkau lebih dari dua pertiga penduduk dewasa Paraguay.

Kejatuhan Ueno langsung melumpuhkan akses keuangan nasabah. Lebih dari satu juta warga yang sebelumnya membuka rekening perbankan pertama mereka melalui platform tersebut tidak dapat menarik uang, mengakses tabungan, maupun menggunakan kartu pembayaran. Kondisi tersebut memicu kemarahan masyarakat, terutama kelompok pekerja, pensiunan, dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada layanan bank tersebut.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA