Trump-Xi Bertemu di Washington, Eropa Terjepit Tarif, Tanah Jarang, dan AI


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kepala Negara China Xi Jinping tiba di Amerika Serikat (AS) untuk kunjungan tiga hari yang Nanti akan mempertemukannya dengan Kepala Negara Donald Trump di Washington. Pertemuan dua pemimpin ekonomi terbesar dunia itu tidak hanya menentukan arah hubungan Washington-Beijing, tetapi Bahkan berpotensi membawa konsekuensi besar bagi Eropa.

Perdagangan, tarif, mineral tanah jarang, kecerdasan buatan (AI), Sampai sekarang persoalan Politik Global menjadi bagian dari agenda. Euronews melaporkan negara-negara Eropa mengamati pertemuan tersebut dengan saksama karena keputusan yang dicapai AS dan China dapat secara langsung memengaruhi kepentingan ekonomi dan strategis Uni Eropa (UE).

Pertemuan di Washington melanjutkan rangkaian komunikasi tingkat tinggi Trump-Xi setelah keduanya bertemu di Busan pada Oktober 2025 dan Beijing pada Mei 2026. Pertemuan Busan menghasilkan gencatan perdagangan, sedangkan pertemuan Beijing dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai perdagangan, mineral kritis, dan teknologi.

Menjelang pertemuan Trump-Xi kali ini, Washington dan Beijing bahkan Pernah terjadi menghasilkan perkembangan baru. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kedua negara sepakat memperpanjang kesepakatan perdagangan Busan selama dua bulan Sampai sekarang Januari, Menyajikan waktu tambahan untuk membahas kemungkinan kesepakatan yang lebih luas.

Eropa berada dalam posisi yang tidak sederhana. Brussels Dalam proses menjalankan Perundingan tersendiri dengan Beijing untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan, sementara setiap kompromi antara Washington dan Beijing dapat mengubah arah Produk Ekspor China, akses terhadap bahan baku strategis, Sampai sekarang konfigurasi persaingan AI global.

Xi Datang dengan Kartu Tanah Jarang

Salah satu persoalan terbesar yang membayangi pertemuan Merupakan mineral tanah jarang. China masih memegang posisi dominan dalam rantai pasok global untuk bahan yang sangat penting bagi industri teknologi tinggi, otomotif, energi, elektronik, Sampai sekarang Lini pertahanan.

Reuters melaporkan China menguasai Sampai sekarang sekitar 70 persen kegiatan penambangan tanah jarang dunia dan lebih dari 85 persen kapasitas pemurnian serta produksinya. Dominasi tersebut Pernah terjadi Menyajikan Beijing alat tawar yang sangat kuat ketika menghadapi tekanan perdagangan dan teknologi dari Washington.

Ketergantungan tersebut Bahkan dirasakan Eropa. Industri-industri Eropa membutuhkan mineral kritis untuk Motor Listrik, turbin angin, cip, mesin pesawat, serta berbagai produk teknologi strategis.

Alicia García Herrero dari lembaga kajian Bruegel menilai Xi datang ke Washington dengan posisi tawar yang kuat. Menurut Ia, kemampuan Beijing memengaruhi pasokan mineral strategis membuat Washington memiliki daya tawar jauh lebih besar dibandingkan Brussels ketika bernegosiasi dengan China.

Persoalannya bagi Eropa, kesepakatan AS-China mengenai tanah jarang belum Niscaya secara otomatis Menyajikan keuntungan yang sama kepada Uni Eropa.

“AS dalam satu pengertian Nanti akan bernegosiasi untuk Eropa, dan Eropa Dianjurkan membayar harga untuk itu,” kata García Herrero kepada Euronews pada Rabu (23/9/2026).

Tekanan tersebut Pernah terjadi memaksa Sebanyaknya perusahaan Barat mencari alternatif. Reuters melaporkan industri dirgantara bahkan mulai menguji kembali bahan pelapis lama dan teknologi yang mengurangi ketergantungan pada mineral tanah jarang China. Tidak seperti, para Ahli memperkirakan diversifikasi rantai pasok Nanti akan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Tarif Bisa Mengalirkan Barang China ke Eropa

Persoalan lain yang sangat diperhatikan Brussels Merupakan tarif. Bagi Eropa, Konflik Bersenjata dagang AS-China tidak berhenti di antara dua negara tersebut.

Ketika Washington menaikkan hambatan terhadap produk China, sebagian barang yang kehilangan akses kompetitif ke pasar AS dapat dialihkan ke wilayah lain. Salah satu tujuan paling potensial Merupakan pasar tunggal Uni Eropa.

Euronews mencatat kondisi inilah yang membuat Brussels berkepentingan terhadap stabilitas hubungan Washington-Beijing. Tarif AS yang terlalu tinggi terhadap China dapat mendorong semakin banyak produk China mencari pasar alternatif di Eropa dan Mengoptimalkan tekanan terhadap manufaktur lokal.

AS dan China sebelumnya sempat terlibat Konflik Bersenjata tarif dengan tingkat bea masuk timbal balik melebihi 100 persen sebelum mencapai gencatan perdagangan. Washington Pada saat ini membuka kemungkinan memperpanjang gencatan itu atau mengembangkan kesepakatan perdagangan yang lebih luas.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelumnya mengatakan pembicaraan Bahkan mencakup pertanian dan hambatan perdagangan nontarif. Euronews melaporkan kemungkinan keringanan tarif atas perdagangan bernilai puluhan miliar USD ikut dibahas menjelang pertemuan kedua pemimpin.

Trump memiliki kepentingan domestik menjelang Pemungutan Suara Rakyat sela November. Setiap kesepakatan yang dapat menekan harga, Mengoptimalkan pembelian produk pertanian AS, atau Menyajikan akses lebih baik terhadap mineral kritis dapat dipresentasikan sebagai keberhasilan pemerintahannya.

Sementara itu, Beijing Bahkan menghadapi tantangan ekonomi domestik dan berkepentingan mempertahankan akses pasar Produk Ekspor. Reuters melaporkan perdagangan China tetap menunjukkan kekuatan menjelang pertemuan, Menyajikan Xi ruang tawar yang cukup besar ketika memasuki pembicaraan.

Ivano di Carlo dari European Policy Centre memperkirakan kedua pihak memiliki kepentingan berbeda. Trump membutuhkan hasil yang dapat ditunjukkan kepada pemilih, sedangkan China memperoleh keuntungan Seandainya berhasil membeli waktu untuk Mengoptimalkan basis industrinya.

 


Loading…


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version