Operasi Kanker Rektum Bisa Dibantu Teknologi Robotik, Ini Keunggulannya


Jakarta –

Operasi kanker rektum Sangat dianjurkan mempertimbangkan Sebanyaknya aspek Supaya bisa tumor dapat diangkat secara menyeluruh dengan tetap mempertahankan fungsi tubuh pasien semaksimal Kemungkinan. Pasalnya, rektum merupakan bagian akhir usus besar yang terletak di dalam panggul, sebelum anus, dengan ruang yang relatif sempit.

Oleh karena itu, letak tumor, kedekatannya dengan anus, serta kondisi jaringan di sekitarnya menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tindakan yang sesuai. Pada kondisi tertentu, operasi kanker rektum dapat dilakukan dengan bantuan teknologi robotik.

Pendekatan ini dapat Menyajikan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka dan memungkinkan tindakan dilakukan melalui ruang panggul yang sempit. Bagi pasien, hal ini dapat Mendukung proses pemulihan setelah operasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dr. dr. Errawan Ramawitana Wiradisuria, Sp.B-KBD, M.Kes, di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, area panggul yang sempit menjadi salah satu tantangan dalam operasi kanker rektum.

“Rektum berada cukup dalam di panggul sehingga ruang untuk melakukan tindakan terbatas. Pada kasus yang sesuai, teknologi robotik dengan visualisasi 3D yang diperbesar dan instrumen yang dapat bergerak lebih fleksibel dapat Mendukung tindakan yang lebih presisi di area tersebut. Meski menggunakan teknologi robotik, seluruh penilaian kondisi pasien, keputusan tindakan, dan kendali selama operasi tetap berada di tangan dokter bedah,” jelas dr. Errawan dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

dr. Errawan menambahkan, bahwa pengangkatan kanker Bahkan Sangat dianjurkan mempertimbangkan jaringan di sekitarnya.

“Dalam operasi kanker rektum, jaringan yang terkena kanker Sangat dianjurkan diangkat secara menyeluruh, termasuk mesorektum, yaitu jaringan di sekitar rektum yang di dalamnya terdapat pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Di sisi lain, struktur sehat di sekitar rektum Sangat dianjurkan diperhatikan, terutama yang berperan dalam buang air besar dan berkemih,” imbuhnya.

Pertanyaan lain yang sering muncul Merupakan apakah pasien tetap dapat buang air besar melalui anus setelah operasi. Hal ini bergantung pada letak dan ukuran tumor serta sejauh mana penyakit Sudah berkembang, termasuk ada atau tidaknya penyebaran ke organ lain atau area di sekitarnya, serta jaraknya dari anus dan kondisi otot sfingter, yaitu otot yang Mendukung mengendalikan buang air besar.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat mempertahankan anus. Bertolak belakang dengan, bila tumor berada sangat dekat dengan anus atau kondisi lainnya tidak memungkinkan, pasien Kemungkinan memerlukan stoma, yaitu saluran pembuangan feses melalui dinding perut Ke arah kantong penampung. Stoma dapat bersifat sementara atau permanen, tergantung kondisi masing-masing pasien.

Tidak semua pasien kanker rektum membutuhkan operasi robotik. Sebelum menentukan metode tindakan, dokter Sangat dianjurkan mengetahui Tempat, ukuran, dan stadium kanker melalui pemeriksaan seperti kolonoskopi, biopsi, dan MRI panggul. Pada kondisi tertentu, kemoterapi dan/atau radioterapi dapat diberikan sebelum operasi.

Lebih lanjut, hasil pemeriksaan tersebut Mendukung tim dokter menentukan pendekatan yang paling sesuai, baik dengan robotik, laparoskopi, maupun operasi terbuka, Sesuai ketentuan kondisi dan kebutuhan pasien.

Penanganan kanker rektum memerlukan pemeriksaan dan penanganan yang menyeluruh sesuai kondisi pasien. Untuk Mendukung kebutuhan tersebut, Gastrohepatology Center Mayapada Hospital Menyajikan layanan komprehensif untuk berbagai gangguan saluran pencernaan, mulai dari deteksi, diagnosis, Sampai sekarang penanganan.

Layanan ini didukung teknologi robot da Vinci Xi yang ada di Mayapada Hospital Jakarta Selatan untuk menunjang tindakan bedah advanced sesuai kebutuhan pasien, termasuk melengkapi layanan Oncology Center dalam penanganan berbagai kasus kanker bersama tim dokter multidisiplin.

Konsultasi penanganan kanker dapat dilakukan dengan menghubungi Call Center 150770 dan WhatsApp 0817-17-150770. Bila terjadi kondisi gawat darurat, segera hubungi Emergency Call 150990 atau gunakan Emergency Call Button di aplikasi MyCare.

(akn/ega)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version