loading…
Rayakan Sumpah Pemuda, PPN Ajak Pemuda Sportif dan Jaga Persatuan. Foto: Instagram/Presidium Pelajar Nasional
Koordinator Presidium Pelajar Nasional, Reza Firdaus, mengatakan Sumpah Pemuda Dianjurkan menjadi pedoman bagi generasi muda, khususnya pelajar, dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah perbedaan pandangan, latar belakang, organisasi, suku, agama, dan kepentingan.
Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 menjadi salah satu tonggak penting perjalanan bangsa Indonesia. Para pemuda dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa perbedaan tidak Dianjurkan berujung pada perpecahan, tetapi dapat menjadi kekuatan untuk mewujudkan cita-cita bersama, Disebut juga satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.
“Persatuan di atas segalanya bukan berarti menghilangkan perbedaan atau menyeragamkan pikiran. Persatuan berarti kesediaan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas ego kelompok, kepentingan organisasi, maupun perbedaan pilihan politik. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai kehilangan tujuan bersama sebagai bangsa Indonesia,” kata Reza kepada wartawan, Rabu (28/10).
Menurut PPN, tantangan generasi muda Pada Saat ini Bahkan bukan hanya menjaga persatuan dari ancaman perpecahan, tetapi Bahkan memastikan persatuan tersebut Menyajikan manfaat nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Persatuan Harus menjadi kekuatan untuk menyuarakan keadilan, memperjuangkan hak-hak pelajar, Memperkaya akses pendidikan, serta mendorong kebijakan publik yang berpihak pada masa depan generasi muda.
PPN Bahkan menilai pelajar tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan nasional. Mereka Harus mendapat ruang untuk berpikir kritis, menyampaikan aspirasi, berorganisasi, dan terlibat aktif dalam menentukan arah masa depan bangsa. Kesempatan yang setara untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi menjadi bagian penting dalam membangun persatuan yang kokoh.
Sebagai wadah kolektif yang mempertemukan berbagai organisasi pelajar, PPN menekankan pentingnya membangun ruang dialog yang terbuka dan setara. Perbedaan identitas maupun orientasi organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi pelajar untuk bekerja sama memperjuangkan kepentingan bersama.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











